Syarat-Syarat Wudhu

Untuk melakukan shalat seseorang juga diharuskan suci dari hadats kecil maupun hadats besar. Jika seseorang shalat tapi masih mempunyai hadats, maka tidak sah shalatnya. Hadas kecil bisa disucikan dengan berwudhu sedangkan hadas besar bisa disucikan dengan mandi wajib. Untuk itu, sangat penting bagi kaum muslimin mengetahui segala sesuatu tentang wudhu. Apabila wudhunya tidak sah, maka shalatnya pun tidak sah. Untuk itu, dalam artikel ini akan dijelaskan tentang rukun wudhu, yang membatalkan wudhu dan lain-lain.

tempat wudhu

Yang masuk dalam kategori hadats kecil adalah hal-hal yang dapat membatalkan wudhu seperti keluar angin atau kentut, buang air kecil, buang air besar dan lain-lain.

Dalil yang menjelaskan tentang kewajiban wudhu sebelum shalat adalah firman Allah:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓأَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَعَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٦

Artinya: “Wahai sekalian orang yang beriman, bila kamu berdiri akan melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan sikut, dan usaplah kepalamu, dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…”

(QS al Ma’idah [05]: 6).

Rasulullah saw besabda:

لاَ يَقْبَلُ اللهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْإِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Artinya: “Allah tidak akan menerima shalatnya orang yang hadas sehingga orang itu mengambil wudhu.”

(HR Bukhari)

Syarat-syarat Wudhu

Syarat Wudhu Ada 10 ( شروط الوضوء عشرة) : Kitab Safinah An Najah (Pasal 11)

فصل – شروط الوضوء عشرة : الإسلام ، والتمييز ، والنقاء ، عن الحيض ، والنفاس

وعما يمنع وصول الماء إلى البشرة ، وأن لا يكون على العضو ما يغير الماء الطھور ،ودخول الوقت ، والموالاة لدائم الحدث

Artinya :

  1. Islam

Ini merupakan syarat mutlak, bahwa orang diluar Islam tidak bisa melakukan wudhu atau tidak sah wudhunya.

2. Tamyiz

Maksud tamyiz disini adalah orang yang berakal, sudah dewasa atau sudah bisa mengerti dan membedakan mana yang salah dan benar. Untuk itu, jika ada orang gila yang melakukan wudhu, maka tidak sah wudhunya.

3. Bersih dari haid

4. Bersih dari nifas

5. Bebas dari sesuatu yang bisa menghalangi sampainya air ke kulit.

Maksudnya adalah air wudhu tersebut harus menyentuh kulit kita. Apabila di kulit kita ada sesuatu yang mengakibatkan air wudhu tersebut tidak menyentuh kulit kita, maka wudhunya tidak sah. Sesuatu yang menghalangi kulit kita seperti cat, getah karet atau lainnya kemudian menempel di kulit kita.

Apabila ada duri atau benda lain yang tertancap pada bagian yang harus dibasuh, maka harus dicabut apabila sebagian dari duri tersebut tampak dari luar. Sebab ketika duri masuk ke dalam tubuh maka daging yang ditancapi duri itu menjadi anggota tubuh bagian luar yang harus dibasuh oleh air wudhu. Beda halnya jika tidak tampak, maka tidak wajib dicabut karena termasuk anggota tubuh bagian dalam

6. Tidak boleh ada satupun pada anggota wudlu’ yang bisa merubah air

Misalnya cat atau zat pewarna lain yang bisa merubah warna, rasa maupun wanginya air.

7. Mengetahui fardhu wudlu

Untuk itu, disinilah pentingnya orang untuk mencari ilmu. Bagaimana dia tau tentang tatacara wudhu, yang membatalkan wudhu dan yang lainnya jika dia tidak pernah hadir ke tempat pengajian untuk mencari ilmu agama.

8. Tidak boleh beri’tiqad (menganggap) satu perbuatan fardhu diantara fardhu fardhu wudlu dianggap sunnah.

9. Harus dengan air yang mutlak atau membersihkan

Maksudnya adalah bukan musta'mal, yakni air yang buan bekas jejatuhan dari basuhan pertama kita berwudhu. Bukan pula air yang terkena najis seperti : air kencing, darah, kotoran binatang dan lain-lain Bukan pula air yang berubah warna, rasa, dan baunya tersebab tercampur dengan sesuatu/benda yang suci seperti : air sabun, minyak tanah, minyak kelapa, rinso, dan lain sebagainya.

Sedangkan contoh dari air suci mensucikan adalah air yang bersumber dari bumi dan turun dari langit seperti air sumur, air sungai, air hujan, air laut, air danau, air embun, air salju, dan lain-lain.

10. Harus setelah memasuki waktu shalat bagi orang yang “dai’mul hadats” (selalu berhadats)

Contoh dari orang yang selalu berhadats adalah wanita yang istihâdhah (darah yang bukan haidh terus keluar dai rahimnya) atau orang yang menderita penyakit beser atau sering kencing.