Sifat Wujud

Dalam kita Irsyadul Awam Ila Sabilis Salam dijelaskan bahwa Sifat wajib yang pertama pada Allah adalah sifat wujud. Pengertian dari wujud ini adalah ada dan tidak mungkin tidak ada. Dalil daripada sifat wujud ini adanya seluruh makhluk. Sedangkan dalam kitab Fathul Majid Fii 'Ilmi at-Tauhid Karya Sayyid 'Ulama Hijaz Syaikh Muhammad Nawawiy bin 'Umar Al-Jawiy al-Bantaniy, menjelaskan bahwa

فالأولى من الصفات الواجبة له تعالى الوجود وقد اختلف فيه فقيل هو غير الموجود فعلي هذا فهو حال اى واسطة بين الوجود و العدم و قيل عين الموجود بمعنى أنه ليس زائدا على ذات

الموجود بحيث يكون له تحقق فى الخارج كالذات بحيث لو كشف عنا الحجاب نراه كصفات المعاني

LiCxDLho 400x400

Syekh Nawawi menjelaskan bahwa sifat-sifat wajib bagi Allah ta'ala salah satunya adalah Sifat "wujud". Dan telah terjadi perbedaan dalam sifat wujud ini maka ada qil yang mengatakan bahwa sifat wujud itu bukan dzatnya maujud (Allah). Untuk itu, berdasarkan qil ini sifat wujud adalah hal yakni wasithoh/penengah antara wujud / ada dan 'adam/tidak ada , dan ada qil lagi wujud adalah maujud itu sendiri (Allah) dengan makna bahwa sesungguhnya wujud bukanlah tambahan atas Dzatnya Maujud (Allah) , sekira ada pembuktian diluar seperti dzat , sekira andai dibuka dari kita hijab/penghalang maka kita akan melihat wujud 'ainul wujud (Allah) seperti sifat-sifat ma'aniy

و إنما هو أمر اعتباري يتعقل فى الذهن زيادة على تعقل الذات و ليس المراد بكونه عين الموجود كونه عينا حقيقة بل المراد انه لا يلاحظ فى الخارج زيادة على ملاحظة الذات بل يلاحظ فى الذهن فقط فهو صفة له تعالى بدليل أن علماء التوحيد أقامو عليه الدليل ولو كان عين الذات لم يقيموا عليه دليلا

Sifat wujud itu hanyalah perkara/masalah ungkapan saja yang dapat diakal dalam hati sebagai tambahan memikirkan dzat , yang dikehendaki bukanlah adanya sifat wujud itu maujud itu sendiri adalah adanya secara hakiki , akan tetapi yang dikehendaki adalah tidak dilihat diluar sebagai tambahan atas melihat dzat tetapi dilihat dihati saja , maka sifat wujud adalah sifat Allah ta'ala dengan dalil bahwa para Ulama menegakkan dalil atasnya , andai sifat wujud adalah dzat maujud itu sendiri maka para ulama tidak akan menegakkan dalil atasnya

و هل يجب على المكلف الجزم بأن الوجود عين الذات أو غيرها أو لا يجب

Apakah wajib jazam/mantap atas mukallaf bahwa wujud adalah dzat itu sendiri atau bukan dzat atau tidak wajib jazam

الجواب أنه لا يجب

Jawaban: Tidak wajib jazam

إنما الواجب عليه الجزم بأن وجوده تعالى واجب لا يقبل الإنتفاء ووجوده تعالى من غير مادة و من غير واسطة بمعنى أنه لم يؤثر أحد في وجوده تعالى بل وجوده لذاته بمعنى أنه لم يفتقر إلى من يوجده و ذاته اقتضت وجوده بمعنى أنه لم يوجد هو نفسَه

Adapun yang wajib hanyalah jazam/meyakini dengan mantap bahwa wujudnya Allah ta'ala adalah perkara yang wajib/pasti yang tidak menerima tidak ada , wujud Allah ta'ala tidak dari asal/tanpa asal/tanpa unsur dan tanpa perantara dengan makna sesungguhnya tidak ada seseorang yang mempengaruhi/menjadi sebab terhadap adanya Allah ta'ala akan tetapi adanya Allah karena DzatNya dengan makna sesungguhnya Allah tidak membutuhkan kepada seseorang yang mengadakanNya , dan Dzat Allah adalah sebab adanya Allah dengan makna sesungguhnya Allah tidak menciptakan diriNya

ثم أن وجوده تعالى قد شهد به كل موجود فلا ينكره إلا من طمس الله على بصيرته كالدهرية و هم فرقة ينكرون وجود الصانع و يقولون إن هي إلا أرحام تدفع و أرض تبلع و ما يهلكنا إلا الدهر أي الزمان فينسبون الإهلاك للدهر فلذا سموا الدهرية فويل لهم من العذاب الشديد

Kemudian sesungguhnya Adanya Allah ta'ala benar-benar disaksikan oleh setiap yang ada , maka tidaklah mengingkari adanya Allah kecuali orang yang dihapus bashiroh/mata hatinya oleh Allah seperti Kaum DAHRIYYAH , mereka adalah Firqoh yang mengingkari adanya sang Pencipta dan mereka mengatakan : Ini semua hanyalah rahim-rahim yang melahirkan dan bumi yang menelannya, tidak merusak kami kecuali DAHR/masa yakni zaman/waktu , maka mereka menisbatkan merusak kepada masa , maka dari itu mereka dinamakan kaum DAHRIYYAH , maka celaka bagi mereka karena Adzab/siksa yang sangat berat

و الدليل على وجود الله تعالى حدوث العالم اى وجوده بعد عدم

Dalil atas sifat wujudnya Allah ta'ala adalah barunya alam semesta yakni adanya alam semesta setelah tidak ada

و تركيب الدليل أن تقول العالم حادث و كل حادث له صانع تخرج النتيجة العالم له صانع هذا هو الدليل العقلي و أما كون الصانع هو الله تعالى وحده لا شريك له فليس مستفادا من الدليل بل من الرسل عليهم الصلاة و السلام فتنبه لهذه المسئلة

Tarkib/susunan dalilnya adalah engkau mengucapkan : Alam semesta ini baru , setiap yang baru pasti ada yang membuatnya " maka keluarlah natijah /kesimpulan " Alam semesta ini ada yang membuat" , ini adalah dalil 'aqliy . Adapun adanya si pembuat adalah Allah ta'ala yang maha esa yang tiada sekutu bagiNya maka tidaklah diambil dari dalil 'aqliy , tetapi dari keterangan para Utusan Allah 'alaihimussholatu wassalam , maka ingatlah/sadarlah akan permasalahan ini

و إنما كان حدوث العالم دليلا على وجوده تعالى لأن العالم قبل وجوده كان ممكنا أى وجوده و عدمه على حد سواء فوجوده مساو لعدمه و عدمه مساو لوجوده فلما وجد و زال عنه العدم علمنا أنه ترجح وجوده على عدمه و قد كان هذا الوجود مساويا لعدمه و لا يصح أن يترجح على العدم بنفسه فتعين أن له مرجحا و هو الذي أوجده و هو الله تبارك و تعالى

Adanya barunya alam semesta sebagai dalil atas adanya Allah dikarenakan alam semesta sebelum ada adalah perkara yang mumkin yakni ada dan tidaknya atas ukuran yang sama , maka adanya sama dengan tiadanya , tiadanya pun sama dengan adanya , maka ketika alam semesta ternyata ada dan hilanglah tiadanya maka kita tahu bahwa adanya mengungguli tiadanya padahal tadi adanya menyamai tiadanya dan tidaklah sah adanya diunggulkan atas tiadanya dengan sendirinya (alam semesta) maka jelaslah bahwa ada yang mengunggulkannya yaitu yang mewujudkan/mengadakannya yaitu Allah tabaaroka wa ta'ala

فإن قيل ما الدليل على حدوث العالم فالجواب أن العالم أجرام و أعراض و تلك الأعراض كالحركة و السكون حادثة اى موجودة بعد عدم بدليل أنك تشاهدها متغيرة من وجود إلى عدم و من عدم إلى وجود فالجسم تارة يكون متحركا و تارة يكون ساكنا فالحركة متغيرة بالسكون و السكون متغيرة بالحركة فيعلم من هذا أن الأعراض حادثة و الأجرام التي ترادف الأجسام ملا زمة لتلك الأعراض لأن الجسم لا يخلو عن الحركة و السكون و كل ما لازم الحادث فهو حادث فالأجرام حادثة أى موجودة بعد عدم كالأعراض

Maka jika ditanyakan: Apa dalilnya yang menunjukkan barunya alam semesta ?

Maka jawabnya: sesungguhnya alam semesta ini adalah jirim (benda/barang) dan arodl (sifat benda/barang) , 'arodl-arodl itu contohnya seperti gerak dan diam adalah perkara baru , yakni ada setelah tiada dengan dalil bahwa engkau menyaksikan 'arodl itu berubah-rubah dari ada menjadi tiada , dari tiada menjadi ada , maka jisim pada saat2 tertentu bergerak , pada saat2 tertentu diam , maka gerak itu berubah (dari ada menjadi tiada) dengan sebab diam , diam berubah (dari ada menjadi tiada) dengan sebab bergerak , maka dari ini dapat diketahui bahwa 'arodl itu perkara baru , jirim yang menyamai jisim menetapi/terkait arodl-arodl itu karena jisim tidak sepi/luput dari gerak dan diam dan setiap yang menetapi/terkait perkara baru adalah perkara baru juga , maka jirim-jirim itu perkara baru yakni ada setelah tiada seperti 'arodl

و حاصل هذا الدليل أن تقول الأجرام ملازمة للأعراض الحادثة و كل ما لازم الحادث فهو حادث ينتج لنا أن الأجرام حادثة و حدوث الأجرام والأعراض دليل على وجوده تعالى لأن كل حادث لا بد له من محدث و لا محدث إلا الله وحده فثبت وجوده تعالى و إذا ثبت له الوجود استحال عليه العدم الذي هو ضد الوجود

Hasil dalil ini adalah dapat engkau ucapkan : Jirim itu menetapi/terkait 'arodl yang bersifat baru , setiap sesuatu yang menetapi/terkait perkara baru adalah perkara baru juga , maka akan keluar kesimpulan bagi kita " jirim itu baru" , barunya jirim dan 'arodl adalah dalil/menunjukkan adanya Allah ta'ala karena setiap yang baru pasti ada menciptakan/mengadakan , padahal tiada yang menciptakan/mengadakan selain Allah sendiri, maka tetaplah adanya Allah , jika tetap adanya Allah maka mustahillah tiadanya Allah (sifat 'adam) yang mana sifat 'adam ini adalah kebalikannya sifat wujud. wallohu'alam