Sahabat Utsman bin Affan yang Bergelar Dzunurain

Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat nabi yang utama, menantu nabi yang diberi delar Dzunurain yang artinya pemilik dua cahaya. Gelar ini bukanlah tanpa dasar karena selama hidupnya Utsman bin Affan pernah menikahi ke dua putri nabi saw. Beliau lahir di Thaif yang meruapakan suatu daerah yang dekat Makakh. Nasab Utsman bin Affan adalah bin Abdu Asy-Syam bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lua’ai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Mudhar bin Nizar binMa’ad bin Adnan (ath-Thabaqat al-Kubra 3 :52). Sedangkan ibunya bernama Arwa binti Kuraiz bin Rabiah bin Hubaib bin Abdu Asy-Syam. Nenek daripada Utsman bin Affan adalah Ummu Hakim Bidha binti Abdul Muthalib yang tak lain meruapakan bibi dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.

Utsman bin Affan

Istri Utsman yang pertama adalah Ruqayyah binti Rasulullah Sahalallahu ‘alaihi wa Sallam yang kemuadian meniggal dunia. Kemudia istri yang kedua adalah Ummu Kultsum binti Rasulullah Sahalallahu ‘alaihi wa Sallam. Seperti yang kita ketahui bahwa tidak sembarang orang bisa menikah dengan putri nabi, tentu nabi akan memilih orang yang terbaik untuk menjadi suami putrinya. Bahkan tatkala istri Utsman yang kedua meninggal yakni Ummu Kultsum, nabi saw bersabda,”Andaikan aku masih mempunyai putri lagi, tentu akan kunikahkan lagi dengan Utsman bin Affan.”

Subhanallah... inilah salah satu keutamaan Utsman bin Affan dibandingkan dengan yang lainnya yaitu bisa menikahi ke 2 putri nabi saw. Keutamaan yang tidak akan bisa dikejar oleh yang lainnya. Utsman bin Affan juga merupakan salah satu sahabat diantara sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Beliau mempunyai sifat pemalu seperti yang digambarkan oleh Nabi saw dalam haditsnya, juga seorang yang rupawan, mempunyai janggut yang lebat, berperawakan sedang serta mempunyai bentuk mulut yang bagus. Mungkin itulah sedikit gambaran tentang bentuk fisik Utsman bin Affan.

Utsman bin Affan juga merupakan salah seorang sahabat yang melakukan 2 kali Hijrah. Hijrah pertama belaiau lakukan bersama para sahabat lainnya ke negeri Habasyah. Diantara para sahabat terkemuka yang ikut Hijrah ke Habasyah adalah istrinya sendiri Ruqayyah binti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, Abu Hudzaifah bersama istrinya, Zubair bin Awwam, Mush’ab bin Umair dan Abdurrahman bin Auf. Semua sahabat yang melakukan Hijrah ke Habasyah berjumlah lebih dari 80 orang.

Selain itu, beliau juga merupakan seorang hartawan dan dermawan. Dengan hartanya yang banyak, tak segan-segan ia mengeluarkan hartanya untuk dikeluarkan di jalan Allah swt. Bahkan dalam sebuah sumber disebutkan bahwa kekayaan Utsman bin Affan adalah sebagai berikut :

  1. Tarikah 1 (tunai)    : 30 juta Dirham
  2. Tarikah 2 (tunai)    : 150.000 Dinar
  3. Sedekah                : 200.000 Dinar
  4. Unta                      : 1000 ekor

(Sumber  : al-Bidayah wa an-Nihayah, Juz 7, hal. 214, Ibn Katsir)

Jika dirupiahkan

  1. Tarikah 1 (tunai)              : 1.845.690.000.000
  2. Tarikah 2 (tunai)              : 291.219.750.000
  3. Sedekah                          : 388.293.000.000
  4. Unta                                : 7.740.000.000

Maka, jika ditotalkan seluruh jumlah harta Utsman bin Affan adalah 2.532.942.750.000 (Dua Triliun, Lima Ratus Tiga Puluh Dua Milyar, Sembilan Ratus Empat Puluh Dua Juta, Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

Data di atas belum termasuk jumlah sedekah yang dikeluarkan Utsman bin Affan selama hidupnya atau aset-aset lainnya yang tidak bisa dikalkulasikan, seperti :

  • pembelian lahan untuk sumur "Rumah" senilai 20.000 Dirham,
  • aset tanah (dhiya’) dan kuda yang jumlahnya amat sangat banyak (Tarikh Ibn Khaldun, Jil 1)
  • Dalam Fiqhus Sirah, Syekh Sa’id Ramadhan Al Buthy menjelaskan bahwa pada perang Tabuk Utsman bin Affan menyerahkan 300 ekor unta beserta pelana dan perbekalannya ditambah dengan 200 uqiah perak, sampai Nabi saw bersabda :

“Tidak akan membahayakan Utsman apa yang dilakukan sesudah hari ini”

Tapi sebanyak apapun harta yang dimiliki oleh Utsman bin Affan tetap tidak ada bandingannya dengan pernikahannya dengan kedua putri nabi saw seperti yang telah dijelaskan di atas.

Hadits di atas merupakan penjelasan tentang keutamaan Utsman sekaligus bantahan terhadap setiap orang yang “panjang lidah” terhadap Utsman yang dengan lancangmenuduhnya lemah atau melakukan nepotisme dalam sistem politiknya. Bagaimanapun, tindakan Utsman dalam khilafahnya, setelah pernyataan (syafa’at) Nabi saw tersebut tidak boleh disalahkan. Sungguh tidak beradab orang yang mengkritik Utsman dan menyalahkan politiknya. Wallohu’alam.