Perjalanan Dakwah Al Habib Salim As Syathiri

Setelah menuntut ilmu sekian tahun di kota Makkah Al Mukarromah, akhirnya pada tahun 1381 H Al Habib Salim As Syathiri pulang ke tanah kelahirannya untuk menyebarkan ilmu agama dan berdakwah dijalan Allah swt. Beliau berdakwah ke berbagai lapisan masyarakat. Pada awal mulanya beliau menetap di kota Adn dan berdakwah disana selama kurang lebih 16 tahun dimulai dari tahun 1960-1976 M. berbagai aktivitas keagamaan atau dakwah dilakukan oleh Al Habib Salim selama tinggal di kota Adn, seperti mengajar diberbagai madrasah-madrasah formal pemerintahan, memenuhi berbagai undangan ceramah, menjadi Khitobah, mengajar diberbagai Masjid dari Maghrib sampai Isya dan lain-lain.

Setelah tinggal di Adn selama 16 tahun, akhirnya Al Habib Salim pulang ke kampung halamannya yaitu kota Tarim. Selama di Tarim beliau mengajar di Ribat Tarim bersama keluarganya. Kesungguhan serta keikhlasan beliau dalam mengajar dan berdakwah mendapatkan sambutan serta simpati dari masyarakat luas. Para murid serta jamaah terus berdatangan untuk menimba ilmu dari beliau. Melihat perkembangan dakwah beliau yang semakin besar, maka muncullah bibit-bibit ketidaksenangan dari kaum komunisme yang menguasai Yaman Utara dan ingin melebarkan sayapnya di Yaman Selatan.

Orang-orang komunis mulai menguasai Yaman Selatan pada tahun 1967 M yang bertepatan dengan kemerdekaan Republik Yaman. Walaupun demikian, Al Habib Salim mempunyai mental baja yang pantang menyerah dalam menggapai ridho Allah swt. Beliau terus berdakwah di jalan Allah walaupun orang-orang komunis terus mengganggu dakwah beliau. Sampai pada akhirnya orang-orang komunis kehabisan cara untuk mengganggu dakwah Al Habib Salim, sampai mereka pun mulai merencanakan niat jahat mereka.

Suatu waktu tatkala Al Habib Salim selesai melaksanakan shalat Isya di masjid Abaan dan setelah selesai shalat Isya beliau keluar dari masjid. Ketika beliau sedang menunggu mobil jemputannya beliau di tabrak oleh mobil komunis dari belakang sehingga beliau terluka dan akhirnya terjatuh di trotoar. Orang-orang pun berhamburan mendatangi beliau dan menolong beliau dengan membawa beliau ke rumah sakit. Alhamdulillah Allah masih melindungi beliau dan beliau pun selamat dari tragedi tersebut. Kejadian ini terjadi pada malam Kamis 3 Robbi’ul Awwal 1396 H/ 3 Maret 1976 M.

Setelah gagal dengan usahanya tersebut, rupanya orang-orang komunis masih tidak puas dan terus berbuat jahat pada beliau. Orang-orang komunis pun akhirnya menculik Al Habib Salim kemudian menyiksa dan menahannya selama kurang lebih 9 bulan 15 hari. Selama 9 bulan tersebut Al Habib Salim terus menerus di siksa oleh mereka. Sungguh biadab orang-orang komunis ini. Mereka berana menyiksa cucu Nabi saw atau dzuriah Nabi saw serta seorang ulama besar yang istiqomah. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 1400 H/ 1980 M.

Kemudian pada harisenin 5 Dzulhijjah 1400 H/ 1981 M Al Habib Salim bebas dari tahanan orang-orang komunis. Kemudian beliau menuju bandara Seiwun. Sesampaiknya di bandara Seiwun beliau di masukkan kembali ke tahanan pemerintah serta disiksa kembali dengan siksaan yang amat beratsampai awal bulan Rajab 1401 H. setelah itu beliau dipindahkan ke tahanan manuroh mukalla selama beberapa hari. Setelah itu, beliau dipindahkan kembali ke tahanan alfath di kota Adn sampai dzuhur hari Selasa 21 Ramadhan 1401 H. pada hari dan tanggal tersebut Al Habib Salim bebas total setelah Al Habib Muhammad Abdurrahman Al Junaidi ro’is lajnatul islah (ketua organisasi perdamaian) melakukan mediasi antara Yaman Selatan dan Yaman Utara yang didukung sepenuhnya oleh Al Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar begitu juga dengan yang lainnya demi melepaskan Al Habib Salim As Syathiri.

12244405686 3f07b0fe9d

Kemudian pada tahun 1403 H beliau pergi melewati Adn menuju kota Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji serta tinggal di Madinah. Kebetulan pada waktu itu Al Habib Umar bin Abdurrahman Al Jufri bersama keluarganya mendirikan pondok pesantren serta penginapan-penginapan gratis kepada para penuntut ilmu. Kemudian Al Habib Salim beserta Al Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith dipilih untuk mengajar di pesantren tersebut.

Itulah suka duka Al Habib Salim dalam berdakwah sampai beliau harus mengalami berbagai cobaan yang berat dengan ditahan serta disiksa dengan siksaan yang sangat berat oleh orang-orang komunis. Sungguh mereka merupakan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Tujuan mereka tak lain adalah supaya Al Habib Salim berhenti dalam berdakwah dan mereka orang-orang komunis ingin menghentikan dakwah Islam dibumi Yaman. Di tahun itulah sejarah kelam Yaman Selatan di mana para da’i diancam untuk dibunuh, diseret dengan mobil, dicambuk bahkan disiksa sampai para ulama tersebut syahid meningga dunia. Bahkan pondok-pondok pesantren/ ribath serta berbagai madrasah pun di tutup.

*) dikutip dari berbagai sumber