Pembentukan Dewan Syuro Oleh Khalifah Umar bin Khathab

Ketika kondisi Khalifah Umar bin Khathab semakin parah, maka bebrapa orang sahabat berkata kepada Khalifah Umar bin Khathab, “Wahai Khalifah Umar bin Khathab, tunjukanlah orang yang engkau pandang berhak menggantikanmu.”Khalifah Umar bin Khathab kemudian membentuk dewan syuro dengan menunjuk 6 orang sahabat utama diantaranya adalah Dzunurain Sahabat Utsman bin Affan, Sahabat Ali Krw bin Abu Thalib Krw, Sahabat Thalhah bin Ubaidillah, Sahabat Zubair bin Awwam, Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Sahabat Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhum.

64ee1 hzumar

Akan tetapi, setelah dibentuk dewan syuro, Umar bin Khathab tidak mau menunjuk salah satu dari sahabatnya tersebut sebagai penggantinya nanti. Umar bin Khathab berkata, “Saya tidak menangggung urusan mereka semasa hidup ataupun sesudah mati. Jika Allah menghendaki kebaikan buat kalian, Allah akan menghimpun urusan kalian pada orang yang terbaik diantara mereka sebagaimana Allah telah menghimpun sahabat pada orang yang terbaik diantara para sahabat Nabi.”

Kemudian setelah pembentukan dewan syura, para sahabat tersebut bermusyawarah. Dalam pertemuan tersebut sahabat Thalhah berjaga didepan pintu agar tidak ada seorang pun yang bisa masuk maupun mengganggu pertemuan tersebut. Dalam musyawarah tersebut disepakati 2 orang diantara mereka untuk dipilih sebagai khalifah pengganti Umar bin Khathab yaitu Sahabat Utsman bin Affan dan Sahabat Sahabat Ali Krw.

Abdurrahman bin Auf berkata kepada Utsman bin Affan dan Sahabat Ali Krw, “Bagi siapa yang diangkat sebagai khalifah nanti, ia harus berlaku adil dan siapa yang dipimpin harus mendengar dan taat.” Keduanya menjawab “Ya” sambil Abdurrahman bin Auf menyebutkan keutamaan kedua sahabatnya tersebut. Mereka berdua pun akhirnya berpisah dan musyawarah tersebut menghasilkan 2 calon khalifah.

Selanjutnya, Abdurrahman bin Auf meminta pendapat kepada semua orang. Hal ini ia lakukan selama 3 hari, semuanya sepakat untuk mengangkat Sahabat Utsman bin Affan sebagai khalifah kecuali 2 orang yang berbeda pendapat yaitu menginginkan pengganti Umar bin Khathab adalah Sahabat Ali Krw. Kedua orang sahabat tersebut adalah Ammar bin Yassir dan Miqdad. Akan tetapi, setelah mengetahui bahwa sebagian besar orang memilih Utsman, maka kedua sahabat tersebut mengikuti suara mayoritas.

Setelah semuanya dimintai pendapat oleh Sahabat Abdurrahman bin Auf, maka dihari ke 4 Abdurrahman bin Auf mengadakan pertemuan dengan menghadirkan Utsman dan Ali Krw di rumah Musawwir bin Makhramah yang tak lain adalah anak dari saudara perempuan Abdurrahaman bin Auf. Kemudian Abdurrahman bin Auf menjelaskan kepada ke 2 sahabatnya, bahwa masyarakat tidak ada yang menolak mereka berdua. Kemudian sahabat Abdurrahman bin Auf mengumpulkan semua orang di masjid sampai berdesak-desakkan. Abdurrahman bin Auf pergi ke masjid dengan diiringi oleh ke 2 sahabatnya tersebut. Kemudian Abdurrahman bin Auf menyampaikan pidatonya dan berdo’a di atas mimbar Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Dalam pidatonya sahabat Abdurrahman bin Auf berkata :

“Wahai manusia, sesungguhnya saya telah menanyakan kepada kalian tentang siapa yang paling dipercaya percaya untuk dapat mengemban amanah sebagai khalifah (pengganti Umar bin Khathab). Lalu saya melihat semua menghendaki selain dari sahabat ku ini yaitu Utsman dan Ali Krw. Untuk itu, kesinilah wahai Sahabat Ali Krw.”

Setelah Ali Krw berdiri dan mendekatinya, Abdurrahman bin Auf menjabat tangan sahabat Ali Krw seraya berkata, “Apakah kamu berbaiat kepadaku atas dasar Kitab Allah, Sunnah Nabi, perbuatan Abu Bakar dan Umar bin Khathab? “Sahabat Ali Krw menjawab, “Tidak, tetapi sesuai usaha dan kemampuanku untuk itu.”

Abdurrahman bin Auf kemudian melepas tangannya dan berkata, ke sinilah wahai Utsman. Ia pun melakukan hal sama. Apakah kamu berbaiat kepadaku atas dasar Kitab Allah, Sunnah Nabi, perbuatan Abu Bakar dan Umar bin Khathab? “Utsman menjawab, “Ya.”

Abdurrahman bin Auf kemudian mengangkat kepalanya ke arah atap masjid dan meletakkan tangannya di tangan Utsman sambil berkata : “Ya Rabb, sesungguhnya aku telah melepaskan amanat yang terpikulkan di atas pundakku dan telah kuserahkan ke atas pundak Utsman.”

Setelah itu, orang-orang yang hadir pada waktu itu berdesak-desakkan dan berebut untuk membaiat Utsman bin Affan sebagai Khalifah ke 3 menggantikan Khalifah Umar bin Khathab. Baiat tersebut dilakukan di bawah mimbar. Dalam sebuah riwayat, Sahabat Ali Krw merupakan orang yang pertama kali membaiatnya karena memang berada didekat Utsman bin Affan. Sedangkan dalam riwayat lainnya Sahabat Ali Krw merupakan orang terakhir yang membaiat Utsman bin Affan. Akan tetapi, hal tersebut tidaklah menjadi suatu masalah karena Sahabat Ali Krw dan Utsman merupakan dua orang sahabat juga mereka berdua merupakan menantu Nabi saw yang mencintai dan menghormati.