Kisah Sayyidina Abu Bakar ra

Siapa yang tidak mengenal sahabat Abu Bakar shidiq ? tentu sebagai seorang muslim akan mengenal sosok yang satu ini. Yangki seorang khalifah pertama, sahabat yang utama, salah satu diantara sahabat yang paling awal memeluk Islam juga mertua daripada Nabi Muhammad saw. "Abu Bakar".

abu bakr soffah.net

Nama asli Abu Bakar adalah Abdullah bin Abi Quhafah. Nama lengkapnya adalah 'Abdullah bin 'Utsman bin Amir bi Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Tayyim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Quraisy. Bertemu nasabnya dengan nabi pada kakeknya Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai, dan ibu dari abu Bakar adalah Ummu al-Khair salma binti Shakhr bin Amir bin Ka'ab bin Sa'ad bin Tamim yang berarti ayah dan ibunya sama-sama dari kabilah Bani Tamim. Sahabat Abu Bakar merupakan ayahanda dari Ummul Mu’minin Aisyah ra, istri Nabi Muhammad saw. Nama yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), yang kemudian diubah oleh Nabi Muhammad saw menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah').

Nabi Muhammad saw memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya 'yang berkata benar') adalah gelar yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw ketika peristiwa Isro mi’raj. Khalifah Abu Bakar menjabat sebagai khalifah selama 2 tahun 3 bulan dan 3 hari. Beliau wafat pada tahun ke 13 H, malam Selasa tanggal 23 Jumadil Akhir pada usia 63 tahun. Beliau dimakamkan disamping kekasihnya Nabi Muhammad saw di rumah Aisyah putrinya. Beliau merupakan satu di antara empat khalifah yang diberi gelar Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang diberi petunjuk.

Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq dilahirkan di kota Mekah dari keturunan Bani Tamim. Beberapa sejarawan Islam mencatat ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi juga seorang yang terpelajar. Selain itu, sahabat Abu Bakar juga merupakan seorang yang kaya raya atau termasuk konglomerat di zaman nabi saw. Akan tetapi, dengan kekayaan yang banyak tidak menghalangi beliau untuk beribadah serta berjihad di jalan Allah swt. Dengan kekayaan yang dimilikinya golongan fakir miskin banyak yang dibantu oleh beliau. Bahkan sahabat bilal bin rabah yakni muadzin di zaman nabi saw dibebaskan atau dimerdekakan pula oleh sahabat Abu Bakar dari perbudakan

Pada awal mula dakwah, sahabat Abubakar mendakwahkan ajaran Islam kepada Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqash dan beberapa tokoh penting dalam Islam lainnya. Banyak sekali para sahabat yang berkat dakwah sahabat Abu Bakar semuanya masuk Islam. Kecintaan sahabat Abu Bakar terhadap Nabi Muhammad saw begitu besar begitupun sebaliknya. Sehingga tatkala Ketika peristiwa Hijrah dari Makkah ke Madinah terjadi, maka Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemani kekasihnya yaitu Nabi Muhammad Saw.

Ketika Nabi Muhammad saw sakit hingga saat menjelang wafat, dikatakan bahwa sahabat Abu Bakar ditunjuk untuk menjadi imam shalat menggantikan Nabi Muhammad saw. Tak sedikit dari kalangan sahabat banyak yang menganggap ini sebagai isyarat bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisi nabi saw sebagai khalifah atau pemimpin umat Islam.

Setelah Rasulullah saw wafat, kaum muslimin mengadakan pertemuan di Saqifah bani Sa’idah. Mereka membicarakan siapakah yang sepatutnya menggantikan Rasulullah saw dalam memimpim kaum muslimin dan mengurusi persoalan umat. Setelah diskusi, pembahasan dan pengajuan sejumlah usulan, tercapailah kesepakatan bulat Khalifah Rasulullah pertamasetelah Nabi saw wafat adalah orang yang pernahmenjadi khalifah (pengganti) Nabi saw dalam mengimami kaum muslimin pada saat beliau sakit. Itulah Ash-Shidiq sahabat beliau saw yang terbesar dan pendamping beliau saw di dalam gua yakni Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Sahabat Ali bin Abi Thalib pun tidak pernah menentang kesepakatan tersebut. Bahkan Sahabat Ali bin Abi Thalib pun memberikan baitnya kepada Sahabatan Abu Bakar meskipun agak terlambat karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan.

Setelah resmi menjadi khalifah, sahabat Abu Bakar segera memberangkatkan pasukan Usamah. Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berangkat mengantarkan pasukan yang dipimpin Usamah dengan berjalan kaki. Ketika Usamah bermaksud turun dari kendaraannyaagar dinaiki oleh Khalifah Abu Bakar. Maka sahabat Abu Bakar berkata,”Demi Allah, engkau tidak perlu turun dan aku tidak usah naik.” Selanjutnya sahabat Abu Bakar menyampaikan wasiat kepada pasukan untuk tidak berkhianat, tidak menipu, tidak melampaui batas, tidak mencincang musuh, tidak membunuh anak-anak, wanita, lanjut usia serta tidak memotong kambing atau unta kecuali untuk dimakan.

Di zaman sahabat Abu Bakar ini banyak orang yang kembali murtad serta tidak mau membayar zakat. Sahabat Abu Bakar memberangkatkan pasukan untuk menumpas orang-orang yang murtad, orang yang mengaku sebagai nabi palsu serta orang yang tidak mau membayar zakat. Dalam peprangan ini Allah memberikan dukungan kepada kaum muslimin dalam pertempuran ini. Sehingga orang-orang murtad berhasil ditumpas serta memantapkan Islam diseluruh jazirah dan memaksa semua kabilah untuk membayar zakat.

Menjelang wafatnya, Sahabat Abu Bakar meminta pendapat sejumlah sahabat generasi pertama yang tergolong ahli surga. Mereka seluruhnya sepakat untuk mewasiatkan khalifah sesudahnya kepada Sahabat Umar bin Khatab. Dengan demikian, sahabat Abu Bakar merupakan orang yang pertama mewasiatkan khalifah sepeninggalnya kepada orang yang ditunjuk dan mengangkat khalifah berdasarkan wasiat tersebut.