Kisah Sayyidatuna Fathimah 6 - Kecintaan Nabi saw Terhadap Putrinya Sayidatuna Fathimah

Al Alamah Al Arif Billah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim Bin Hafidz Bin Syekh Abu Bakar yang merupakan seorang ulama besar juga Mudir Am Ma’had Darul Musthafa Tarim, Hadhramaut Yaman, menceritakan bahwa, “ Sayyidatuna Fathimah mendapat julukan dari ayahnya Shallallahu ‘alaihi wa sallam Ummi Abiha, sebagai ibu bagi ayahnya. Mengapa..?

assalamu alaiki ya fathimah zahra as2

Karena sepeninggal ibunya yaitu Sayyidatuna Khadijah, Fathimah selalu membantu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala hal, selalu siap siang dan malam demi kepentingan ayahnya Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai akhir hayat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu dalam khidmat ayahnya, oleh karena itu Sayyidatuna Fatihmah dijuluki Ummi Abiha cukup bagi fathimah julukan tersebut satu kemuliaan dan kedudukan yang tinggi.

Sayyidatuna Fathimah adalah paling miripnya manusia dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di riwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah: “Tidak pernah aku melihat manusia yang mirip dengan Rasulullah dalam segi diam, bicara, juga dalam berjalan atau cara duduknya seperti Fathimah binti Muhammad. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap didatangi Fathimah, berdiri dari tempat duduknya dan mencium kening Fathimah dan mendudukkan Fathimah di tempat duduknya. Begitu juga Fathimah jika didatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Anas bin Malik berkata: “Tidak ada yang mirip dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Hasan bin ali dan Fathimah binti muhammad”.

Sayyidatuna Aisyah, “Saya tidak pernah melihat seseorang yang paling menyerupai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kata-katanya atau cara bicaranya seperti Fatimah.”

Sayyidatuna Fathimah adalah wanita paling cantik karena serupa dengan makhluk paling tampan. Dan Fathimah memiliki tempat khusus di hati Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh banyak sekali Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bisyaroh pada Fathimah.

Sayyiduna Ali bertanya: “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam siapa yang paling engkau cintai, aku atau Fathimah?”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab “Fathimah adalah orang yang paling aku cintai sedang engkau lebih mulia darinya.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda “Fathimah adalah orang yang paling aku cintai di antara keluarga-keluargaku.”

Sayyidatuna Aisyah pernah ditanya, “Siapakah orang yang paling di cintai oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Aisyah menjawab, “Fathimah, dan dari golongan laki-laki yaitu suaminya (Ali bin Abi Tholib).”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Fathimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya, maka telah menyakitiku. Siapa yang membuat Fathimah gembira, maka telah membuatku gembira. Semua nasab terputus di hari Qiyamat kecuali nasabku.”

Berapa banyak riwayat yang menyebutkan kemuliaan, kecintaan, juga kekhususan Sayyidatuna Fathimah dalam hati Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Yang mana akan kita lihat dalam riwayat hidupnya (manaqib ini).

Hari-hari pun berlalu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat didalam rumah dan mengajari Sayyidatuna Khadijah, anak-anak perempuannya juga belajar, serta Sayyidatuna Fathimah dalam bimbingan ayahnya yang penuh kasih sayang. Belajar kemuliaan, ibadah, juga bersimpu di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’laa Belajar dzikir, juga bagaimana tatacara mengabdi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di umur yang sangat kecil itu ia terdidik untuk naik ke derajat yang tinggi. Untuk itu, sangatlah beruntung bagi para wanita yang mencintai serta meneladani Sayyidatuna Fatimah Az Zahra. Harapan terbesar dari mencintai Sayyidatuna Fathimah adalah dicintai juga oleh Nabi kita Sayyiduna Muhammad Saw