Kisah Sayyidatuna Fathimah 1 - Keagungan Sayyidatuna Fathimah

Di susun oleh : Al Alamah Al Arif Billah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim Bin Hafidz Bin Syekh Abu Bakar

Penyusun merupakan seorang ulama besar juga Mudir Am Ma’had Darul Musthafa Tarim, Hadhramaut Yaman

thm 13fatima al zahra sa by islamicwallpers

Keagungan Sayyidatuna Fathimah Az Zahra

Banyak riwayat yang menyebutkan keagungan-keagungan beliau. Di antaranya:

  • Diriwayatkan oleh Miswar bin Makromah, Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Fathimah adalah belahan jiwaku siapa yang membuatnya marah maka telah membuatku marah.”
  • Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya puteriku Fathimah adalah bidadari yang suci tidak pernah haid.”
  • Di beri nama Fathimah (dalam Bahasa Arab fathuma-yafthumu : memisah atau melepas) karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Melepas atau meyelamatkan anak cucunya dan para pecintanya dari api neraka.
  • Diriwayatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya keridhoan/kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala ada pada Fatihmah.”
  • Riwayat Sa’id al-Khudri, Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “al-Hasan dan al-Husain adalah pemimpin para pemuda surga dan Fathimah pemimpin para wanita di surga.”
  • Diriwayatkan juga, Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Telah datang padaku malaikat dari langit yang tidak pernah datang padaku meminta ijin untuk ziaroh kepadaku dan memberi kabar gembira bahwa puteriku Fathimah adalah pemimpin para wanita umatku.

Ketika Allah mengutus para Nabi dari jenis laki-laki dan Allah jadikan dari jenis perempuan yang pertama menerima risalah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Khadijah binti Khuwailid, kemudian Allah menjadikan siapa yang mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pusat kebaikan dan penyebab kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(Katakan wahai Muhammad pada umatmu, “Jika kalian cinta kepada Allah ikuti jejakku maka Allah akan cinta kepada kalian.”)

Sebagian Wanita Berkata,”Bagaimana mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan sebagian perkara berhubungan khusus dengan wanita, maka wanita tidak bisa sepenuhnya meniru Rasulullah?”

Kita katakan: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan para wanita dengan digolongkan menyerupai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila menyerupai bid’atuh atau bagian dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Sayyidatuna Fathimah.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Fathimah bagian dariku yang mana Fathimah tidak akan terpisah dariku.” Apabila para wanita menyerupai Sayyidatuna Fathimah maka sesungguhnya mereka telah menyerupai asal sunnah Rasullah Saw. dan mendapat pahala yang agung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Fathimah adalah anugrah dari Allah untuk para wanita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin agar manusia tidak melupakan kelahiran bayi yang mulia ini sehingga di lahirkan di hari yang mulia. Karena Sayyidatuna Fathimah di lahirkan di hari di perbaruinya Ka’bah Baitullah. Karena itu di sini ada rahasia yang agung, Allah menjadikan kelahiran Sayyidatuna Fathimah di hari diperbaruinya “al-Bait/Ka’bah” karena Fathimah adalah Ummu Ahlil Bait.

Baitullah dibangun bersamaan dengan kelahiran Ummu Ahlil Bait yaitu Fathimah binti Muhammad. Karena akan keluar darinya keturunan dan keluarga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di hari ini. Akan tampak jelas Baitullah dan begitu juga telah tampak atau lahir wanita yang akan membawa Ahlul-Baitnya Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sayyidatuna Aisyah pernah ditanya, “Siapakah orang yang paling di cintai oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Aisyah menjawab, “Fathimah, dan dari golongan laki-laki yaitu suaminya (Ali bin Abi Tholib).”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Fathimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya, maka telah menyakitiku. Siapa yang membuat Fathimah gembira, maka telah membuatku gembira. Semua nasab terputus di hari Qiyamat kecuali nasabku.”