Kisah Perjalanan Al Habib Salim As Syathiri Dalam Menuntut Ilmu

Jika berbicara tentang Ribath Tarim dan Al Habib Abdullah bin Umar As Syathiri, maka tak bisa dilepaskan dari pengasuh Ribath Tarim yang sekarang yang merupakan putra dari Al Habib Abdullah bin Umar As Syathiri yaitu Sulthonul Ilmi Al Habib Salim bin Abdullah bin Umar As Syathiri.

medium Screenshot 11

Nasab beliau adalah Habib Salim bin Habib Abdullah bin Umar bin Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Ali bin Husin binMuhammad bin Ahmad bin Umar bin Alwi Asy-Syathiry bin Al-Fagih Ali bin Al-Qodhi Ahmad bin Muhammad Asaadulloh bin Hasan At-Turobi bin Ali bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.


Garis nasab beliau adalah pohon nasab yang penuh petunjuk dan hidayah. Sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam perkataan Al-Habib Abdulloh bin Alwi Alhaddad :
“Mereka mengikuti jejak Rasululloh dan para sahabatnya

serta para tabi’in maka berjalanlah kamu dan ikutilah mereka
Mereka berjalan menuju suatu jalan kemuliaan
generasi demi generasi dengan begitu kokohnya”

 

 

Beliau lahir pada tahun 1357 H, yaitu 4 tahun sebelum ayahandanya wafat dan dilahirkan di kota Tarim. Akhirnya Beliau pun di asuh oleh Ibunda tercinta seorang Waliyyah Abidah Syarifah Ruqayyah Maula ‘Aidid. Sejak kecil Al Habib Salim sudah terlihat akan jadi seorang ulama besar. Dalam dirinya sudah tampak cahaya berkat inayah didikan sang ibu, kakak-kakaknya serta para leluhurnya. Misalnya adalah tatkala belum genap usia 10 tahun Beliau sudah hafal Al Quran yang merupakan pemberian Allah Swt baik yang kasbi maupun yang wahbi. Maksudnya adalah beliau Al Habib Salim tatkala masih kecil hanya belajar atau mengahafal sebagian saja dari Al Qur’an dan sisanya adalah pemebrian dari Allah Swt tatkala Beliau bangun dari bermimpi bertemu dengan datuknya yaitu Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan diberi susu oleh Sayyidina Ali Krw.

Al Habib Salim awal mula menuntut ilmu adalah dari para murid ayahandanya yang telah menjadi ulama besar di Ribath Tarim. Selain itu, beliau juga berguru kepada para saudaranya yang ilmunya sangat luas seperti Al Habib Muhammad Al Mahdi (wafat tahun 1404 H), Al Habib Abu Bakar (wafat 1423 H) serta dari Al Habib Hasan (1425 H). Sementara guru-guru beliau yang lainnya yang berada di Hadhramaut adalah Al Habib Alawi bin Abdullah bin Syihab (wafat tahun 1386 H), Al Habib Assyahid Muhammad bin Salim bin Hafidz - Ayahanda Al Habib Umar bin Hafidz (wafat tahun 1392 H), As-Syaikh Mahfudz bin Salim bin Utsman (wafat tahun 1396 H), Al Habib Umar bin Alawi Al Kaaf (wafat tahun 1412 H), As-Syaikh Al Faqih ‘Awadl Haddad, Al Habib Ja’far bin Ahmad Al Idrus (wafat tahun 1396 H), As-Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Sa’id Baazaghifan (wafat tahun 1415), As-Syaikh Salim Sa’id Bukayyir Baaghistan (wafat tahun 1386 H) dan masih banyak lagi para guru-guru Al Habib Salim As Syathiri.

Pada tahun 1376 H beliau melanjutkan pengembaraan ilmunya ke kota suci Makkah Al Mukarromah selama kurang lebih 4 tahun. Hampir semua para ulama besar pada waktu itu didatangi oleh Al Habib Salim As Syathiri untuk mencari ilmu dari mereka. Diantara para guru beliau di Makkah adalah :

  1. As Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki Al Hasani – Ayahanda dari As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki (wafat tahun 1391 H). dari As Sayyid Alawi ini beliau mengambil banyak ilmu dan menulis berbagai faidah-faidah dari berbagai macam pelajaran seperti ilmu tafsir, ulumul qur’an, ulumul hadits dan lain-lain.
  2. As Syaikh Hasan bun Muhammad Al Massyath (wafat tahun 1399 H).
  3. As Sayyid Al Allamah Salim bin Thalib Al Athas
  4. As Sayyid Al Allamah Hasan bin Muhammad Fad’aq Ba’alawi (wafat tahun 1400 H)
  5. As Sayyid Abu Bakar bin Salim Al Bar (wafat tahun 1384 H)
  6. As Syaikh Al Allamah Muhammad Noor Saeef Hilal Al Maliki (wafat tahun 1403 H)
  7. As Syaikh Al Alim Zaini Bawean Al Jawi Indonesia
  8. As Syaikh Muhammad Abdullah Dardun Al Jawi Indonesia (wafat tahun 1407 H)
  9. As Syaikh Abdullah Bakhoos, dari beliau Al Habib Salim mengambil ilmu Hisab
  10. As Syaikh Abdul Hamid Zakaria Indonesia. Dari beliau Al Habib Salim mengambil ilmu falak (dalam kitab arrub’ul mujayyab).
  11. As Syaikh Al Musnid Muhammad Yasin bin Isa Al Fadani. Beliau di juluki sebagai musd ad dunya. Dari beliau Al Habib Salim mengambil ilmu falak serta ilmu-ilmu yang lainnya.
  12. As Syaikh Abdullah bin Sa’id Al Lahji, dari beliau Al Habib Salim mengambil, dari beliau Al Habib Salim mengambil ilmu qowwaid al fiqhiyyah (kaidah-kaidah fiqih)
  13. As SyaikhAl Allamah Hasan bin Sa’id Al Yamani mufti syafi’i Makkah Al Mukarromah

Serta masih banyak lagi guru-guru beliau yang lainnya. Semangat Al Habib Salim dalam mencari ilmu sangat luar biasa. Hal ini ditandai dengan banyaknya para guru yang beliau datangi. Serta setiap waktu di isi dengan berbagai jadwal pelajaran dari para guru-guru beliau. Beliau menekuni 12 mata pelajaran dari fan yang berbeda-beda. Dari kesemuanya beliau menelaah dan meringkasnya dengan sempurna. Inilah daftar pelajaran yang beliau pelajari serta waktu-waktunya :

  1. Syarah Shahih Muslim (karangan Imam Nawawi), yang dibaca setelah fajar di Masjidil Haram kepada Syaikh Hasan Sa’id Yamani
  2. Kitab Minhaj (karangan Imam Nawawi, yang dibaca kepada Syaikh Hasan Sa’id Yamani dikediamannya tepatnya desa ajyat Makkah pada waktu dhuha setiap hari kecuali hari Kamis dan Jum’at
  3. Kitab Mustholah Hadits dan Ilmu Shorof dibaca sebelum dzuhur kepada As Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki
  4. Kitab Balaghoh, dibaca sebelum Ashar kepada As Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki di kediamannya tepatnya di desa Al Munhana Makkah
  5. Kitab Fathul Mu’in, dibaca di bab ziarah Masjidil Haram setelah shalat ashar kepada As syaikh Umar Al Yafii. Kemudia ketika beliau sakit digantikan oleh As Sayyid Salim bin Thalib Al Athas
  6. Kitab Nahwu, dibaca sebelum shalat Maghrib kepada As Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki 5 kali pertemuan dalam seminggu kemudian dua kali pertemuan untuk belajar ilmu waris.
  7. Kitab Hadits (Riyadhussholihin dan Bulughul Marom) dibaca setelah Maghrib sampai Isya kepada As Sayyid Alwi bin Abbas Al Maliki, kemudian diteruskan membaca kitab Mustholah Hadits Thol’atul Anwar beserta syarahnya karangan Syaikh Hasan Al Masyhath yang bernama rof’ul astaar ‘an muhayya mukhaddaroti tol ‘atil anwar. Dilanjutkan dengan kitab Shahih Bukhari secara bergantian dan dilanjutkan dengan membaca kitab tafsir Jalalain.
  8. Setelah shalat Isya membaca 3 pelajaran yaitu ilmu sharaf kitab Mandhumatuttarshiif fi ilmittashrif dan disebagian malambeliau membaca kitab syarah ibnu aqil alfiah ibnu malik kepada As Syaikh Abdullah Dardum Al Jawi. Kedua kitab hadits Sunan Abi Dawud kepada Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki di Masjidil Haram. Ketiga kita ushul fiqih (Jam’ul Jawami).
  9. Hari libur yaitu Kamis dan Jumat beliau belajar ilmu tajwid setelah Ashar dan matiq pada pagi hari Jum’at kepad As Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki di kediamannya. Kemudian setelah Isya As Sayyid Alwi meminta beliau ke rumahnya guna menetapkan pelajaran-pelajaran khusus untuknya sampai pukul 00.00 malam. Pelajaran khusus tersebut berupa bahasa Arab, ilmu ‘aurudh, qowafi, wadho, mantiq dan ilmu-ilmu lainnya. Al Habib Salim juga belajar di Madrasah Darul Ulum Addiniyyah Makkah kurang lebih setahunatau dua tahun sampai selesai hingga mendapatkan Syahadah ‘Ulya.    

Itulah sekelimut perjalanan Sulthonul Ilmi Al Habib Salim As Syathiri dalam melakukan pencarian ilmu. Beliau memang sangat haus ilmu dan menjadi murid kesayangan serta kebanggan dari para guru-gurunya. Semoga kita bisa meniru serta mengikuti langkah beliau dalam mencari ilmu.

 

*) dikutip dari berbagai sumber