Kewajiban Mandi Wajib dan Rukunnya

Maksud dari mandi wajib di sini bukanlah mandi biasa seperti yang suka dilakukan oleh kita dalam sehari-hari. Mandi wajib disini adalah mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar. Jadi, bukan mandi biasa untuk membersihkan kotoran dalam tubuh kita atau mandi biasa untuk menyegarkan tubuh kita. Orang yang sedang hadas besar diwajibkan mandi apabila hendak melakukan sesuatu yang disyaratkan suci, membaca al-Qur’an, menyentuh atau membawa mushaf qur’an, diam atau i’tikaf di masjid, shalat dan thawaf.

mandi 2 depan

Dasar dari kewajiban mandi, di antaranya firman Allah: وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغۡتَسِلُواْۚ Artinya: “(Jangan pula hampiri masjid) sedang kalian dalam keadaan junub, terkecualisekedar berlalu saja hingga kalian mandi” (QS an-Nisâ’ [4]: 43) Juga firman Allah: وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْ Artinya: “dan jika kalian junub maka mandilah.” (QS al-Mâidah [5]: 6) Rasulullah saw bersabda: لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ Artinya: “Tidak akan diterima shalat orang yang hadats sampai ia wudhu.” (HR: Bukhari dari Abu Hurairah) Mandi wajib disini disebabkan oleh 6 hal, yaitu : فصل) موجبات الغسل ستة : إيلاج الحشفة في الفرج ، وخروج المنى والحيض والنفاس والولادة والموت (Kitab Safinah An Najah) - [Pasal 9] Artinya : Kewajiban mandi ada 6 : 1) Memasukkan hasyafah kedalam farji’ Maksudnya adalah bersetubuh masuknya (penetrasi) dzakar ke dalam vagina. 2) Keluar sperma Keluar sperma ini bisa disebabkan mimpi basah, masturbasi atau lainnya, disertai rasa nikmat atau tidak. Mani adalah cairan kental putih yang keluar dari kemaluan ketika mengalami ejakulasi. Pada biasanya, keluar mani ditandai dengan muncrat, rasa nikmat dan berbau anyir. Adapun cairan agak pekat yang keluar sebelum ejakulasi, tidak termasuk mani namun disebut madzî yang dalam ilmu kedokteran diistilahkan emisi 3) Haid 4) Nifas 5) Melahirkan 6) Mati Sedangkan dalam pelaksanaannya melakukan mandi wajib rukunnya adalah sebagai berikut : فصل) فروض الغسل اثنان : النية ، وتعميم البدن بالماء) 1. Niat, Letak niat ini berada dalam hati tatkala air membasuh tubuh kita. Dalam melakukan niat yaitu dengan bermaksud menghilangkan hadas besar di awal membasuh anggota tubuh. Adapun lafal niat sebagai berikut: نَوَيْتُ الْغَسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا لله تَعَالَى Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah”. 2. Meratakan air ke seluruh bagian tubuh. Dalam membasuh tubuh harus merata pada semua tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Jangan sampai ada sesuatu yang dapat menghalangi sampainya air pada kulit semisal kotoran yang ada di bawah kuku, atau cat. Untuk catatan berhati-hatilah dalam menggunakan air ketika melakukan mandi wajib. Maksudnya, kalau bisa usahakanlah menggunakan air yang besar atau air yang mengalir seperti langsung mengalir dalam kran. Apabila kita mandi wajib kemudian mengambil airnya dari bak mandi yang kecil, dikhawatirkan air bekas mandi jatuh ke bak mandi yang kecil tersebut. Sehingga air dalam bak mandi tersebut menjadi musta’mal atau tidak lagi bisa dipakai untuk bersuci seperti wudhu maupun mandi wajib.