Hal-Hal Yang Dimakruhkan Dalam Berwudhu

Syekh ahmad Suja’i menjelaskan dalam kitab Irsyadul Awam Ila Sabilis Salam bahwa yang dinamakan makruh dalam wudhu adalah pekerjaan yang kurang baik tetapi dikerjaan ketika berwudhu. Hal-hal yang makruh dilakukan dalam wudhu adalah sebagai berikut :

6 Keutamaan Dan Manfaat Wudhu Bagi Muslim

1.Berlebihan dalam menggunakan air

Berlebihan dalam segalam hal tentu dilarang. Meskipun ia berwudhu di pinggir laut atau pun di tempat yang banyak air sekalipun.

2.Membasuh atau mengusap lebih atau kurang dari tiga kali.

Dalam berwudhu disunnahkan untuk tiga kali. Sedangkan wajibnya satu kali. Apabila kita mengusap satu kali, maka yang wajib kita dapatkan sedangkanyang sunnahnya tidak kita dapatkan. Jika kita mengusap dua kali atau empat kali bahkan lebih, maka hukumnya makruh karena Nabi Saw mengusap anggota wudhu sebanyak tiga kali.

Hal ini berdasarkan pada sebuah hadist,“Bahwasanya Nabi berwudhu tiga kali-tiga kali (dan selanjutnya), bersabda:


“Barangsiapa melebihkannya (lebih dari tiga kali) maka dia telah berbuat yang tidak baik dan dzhalim,(HR Ibnu Khuzaimah dalah Shahihnya: 174).

3. Memakai siwak setelah tergelincirnya matahari (waktu zhuhur) bagi orang yang berpuasa.

Bersiwak memang dianjurkan oleh Nabi Saw sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Shahih Bukhari

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ

Terjemahannya: Bahwasanya Rasulullah Saw telah bersabda ia: Seandainya tidak memberatkan aku ke atas umatku nescaya aku perintahkan mereka dengan bersiwak (hadits riwayat al-Bukhari)

Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini kenapa bisa jadi makruh dalam pemakaian siwak. Maka, jawabanyya adalah kemakruhan ini adalah dari segi puasanya bukan karena wudhunya. Karena wangi mulutnya orang yang berpuasa seperti wanginya minyak misik.

As-Siraaj al-Wahhaaj I/17

( ولا يكره ) بحال ( إلا للصائم بعد الزوال ) ولو نفلا لخبر الصحيحين لخلوف الصائم أطيب عند الله من ريح المسك والخلوف بضم الخاء تغير رائحة الفم

والمراد الخلوف بعد الزوال لخبر أعطيت أمتي في شهر رمضان خمسا

ثم قال وأما الثانية فإنهم يمسون وخلوف أفواههم أطيب عند الله من ريح المسك والمساء بعد الزوال

(Dan tidak dimakruhkan sama sekali memakai siwak kecuali bagi orang puasa setelah tergelincirnya matahari meskipun saat menjalani puasa sunah). Berdasarkan hadits Nabi “Sungguh bau mulut orang berpuasa lebih harum dari minyak misik (HR. Bukhari Muslim)

Yang dimaksud bau mulut diatas adalah bau mulut setelah tergelincirnya matahari berdasarkan hadits nabi yang lain

”Diberikan kepada umatku lima perkara dalam bulan Ramadhan. Seterusnya beliau bersabda : Adapun yang kedua, mereka berada pada saat setelah tergelincir matahari, sedangkan bau mulut mereka di sisi Allah lebih harum dari bau misik” (H.R. al-Hasan bin Sufyan dalam Musnadnya dan Abu Bakar al-Sam’any dalam Amaliah, beliau berkata : “ Ini hadits hasan”. Seperti ini juga telah dikatakan oleh An-Nawawi dalam Syarah Muhazzab berdasarkan cerita dari Ibnu Shalah)

4. Mubâlaghah atau menggerakkan air dengan keras ketika berkumur atau menghirup air, bagi orang yang puasa, sebab dikhawatirkan airnya masuk ke dalam lubang bagian dalam sehingga dapat membatalkan puasa.

5. Berwudhu di air yang tidak mengalir bagi orang junub.

Berwudhu di air yang tidak mengalir dikhawatirkan ada najis menciprat tatkala air wudhu jatuh ke bawah karena airnya tersebut tidak mengalir.

6. Berwudhu di dalam jamban atau WC.

Beberapa orang di zaman sekarang ketika setelah mandi kemudian langsung berwudhu di jamban atau WC. Padahal hal tersebut tidaklah beradab dalam melaksanakan ibadah. Jika kita memang terpaksa harus berwudhu di WC, maka jangan sampai mengucapkan Basmalah dilisan dengan mengeraskan suaranya. Tetapi, cukup dihati saja.

7. Berbicara ketika berwudhu.

Jika tidak ada hal yang penting atau darurat, maka usahakanlah untuk tidak berbicara ketika berwudhu.

Tags: makruh, ada 7