Beberapa Kejadian Penting di Masa Khalifah Umar bin Khathab bin Khathab

Dalam kitab Fiqhus Sirrah : Dirasat Manhajiah ‘Ilmiyah Li Siratil-Musthafa ‘alaihi Shalatu was-Salam dijelaskan bahwa di masa Khalifah Khalifah Umar bin Khathab bin Khathab, Damaskus berhasil ditaklukkan dengan dua cara yaitu dengan cara damai dan kekerasan. Adapun Hams dan Ba’albak ditaklukkan dengan damai. Bashrah dan Aballah ditaklukkan dengan cara kekerasan. Semua penaklukan ini terjadi pada tahun 14 H. Ditahun yang sama Khalifah Umar bin Khathab memerintahkan orang untuk melakukan shalat Tarawih berjamaah selama sebulan penuh di Masjid Nabawi sebanyak 20 rakaat. Perintah dari Khalifah Umar bin Khathab ini sampai sekarang terus dilaksanakan di seluruh dunia.

070887100 1434622909 imagepemimpinresized

Sedangkan pada tahun 15 H, daerah atau wilayah Yordania secara keseluruhan di taklukan dengan cara kekerasan kecuali ada satu daerah yang bisa ditaklukan dengan cara damai yaitu Thabriah. Dijelaskan oleh Ibnu Jurair dalam tarikh nya atau dalam kitab Tarikh Thabari dijelaskan bahwa Sa’ad membangun Kufah, Khalifah Umar bin Khathab menentukan sejumlah kewajiban, membentuk diwan-diwan dan memberi pemberian berdasarkan senioritas dalam memasuki Islam.

Pada tahun ke 16 H, al Ahwaz dan Mada’in berhasil ditaklukkan oleh Khalifah Umar bin Khathab. Di kota ini Sa’ad menyelenggarakan shalat Jum’at bertempat di Istana Kisra. Ini merupakan shalat Jum’at berjamaah yang pertama diadakan di Iraq.maka, benarlah sabda nabi saw bahwa kerajaan Kisra akan hancur sehancur hancurnya. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa nabi saw bersabda yang artinya :

“Kerajaan Persia akan Hancur, dan takkan ada lagi Raja Persia setelahnya. Kekaisaran Romawi juga akan hancur dan takkan ada lagi kaisar Romawi setelahnya. Kalian akan membagi harta simpanan mereka di jalan Allah. Karena itu, perang adalah tipu daya.” (HR. Bukhari Muslim)

Di bawah komando Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash menaklukan Persia. Ketika itu bangsa Persia merupakan penganut Majusi, dimana mereka memuja api. Mereka berdo’a dan menyembah diberbagai kuil-kuil apai abadi mereka. Ketika Nabi saw lahir, api abadi mereka yang telah menyala selama ribuan tahun langsung padam. Pasukan muslim yang berada di bawah komando sa’ad berhasil menaklukan Persia yang terlatih dan berjumlah sangat banyak yakni 200.000 pasukan di bawah panglimanya yang sangat terkenal yaitu Rustum. Pada waktu itu, jumlah pasukan muslim hanya berjumlah 20.000 bertempur untuk mengusai Qadisiyah. Sungguh semua kemenangan itu adalah atas bantuan Allah swt. Apalagi pada waktu itu, pasukan muslimin baru pertama kalinya berhadapan dengan pasukan gajah. Dimana dalam pertempuran tersebut terdapat 400 orang sahabat dan 99 orang diantaranya merupakan ahlul badar (yang ikut perang badar bersama nabi saw).

Istana Kisra ini berhasil diduduki setelah pasukan muslimin berhasil menaklukkan Babylon dan Madain. Dengan berhasil direbutnya Kisra, maka pasukan muslimin berhasil mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang)yang sangat banyak bahkan ghanimah yang paling banyak diantara semua perang yang pernah dilakukan. Selain itu, di tahun 16 H ini juga Qanasrin berhasil ditaklukkan ditaklukkan sedangkan Haleb, Anthokiah dan Manbaj secara damai.

Di bulan Rabi’ul Awwal tahun 16 H, Khalifah Umar bin Khathab untuk pertama kalinya menulis kalender Hijriah dengan meminta pertimbangan dari penasihat utamanya yaitu Sahabat Ali ra. Sebelum ditentukan penaggalan kalender Hijriah ini, masyarakat Arab sejak zaman dulu menggunakan kalender qamariyah (kalender berdasarkan peredaran bulan). Mereka epakat menentukan tanggal 1 ditandai dengan kehadiran Hilal. Hanya saja mereka belum memiliki angka tahun. Mereka tahu tanggal dan bulan, tapi tidak ada tahunnya.

Awal mula dari penanggalan kalender Hijriah adalah tatkala Khalifah Umar bin Khathab mendapat sepucuk surat dari sahabt Abu Musa Asy’ari radhiyallohu ‘anhu, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bashrah. Dalam surat itu Abu Musa mengatakan :

“Telah datang kepada kami beberapa surat dari amirul mu’minin, sementara kami tidak tahu kapan kami harus menindaklanjutinya. Kami telah mempelajari satu surat yang ditulis pada bula Sya’ban. Kami tidak tahu, surat itu Sya;ban tahun ini ataukah tahun kemarin.”

Kemudian Khalifah Umar bin Khathab mengumpulkan kaum muhajirin dan anshar radhiayllohu ‘anhum, beliau bertanya : “Mulai kapan kita menulis tahun.” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan : “Kita tetapkan saja sejak Rasulullah shalalallahu ‘alaihi wa sallam hijrah, meninggalkan negeri syirik.” Maksud Ali adalah keti nabi saw Hijrah ke Madinah.”(al-Mustadrak 4287)

Sedangkan di tahun ke 17 H, khalifah Khalifah Umar bin Khathab memperluas Masjid Nabawi karena memang jumlah kaum muslimin terus bertambah banyak dan luas masjid Nabawi sudah tidak mampu lagi untuk menampung jumlah jamaah. Di tahun ini jugakemarau panjang terjadi sehingga Khalifah Khalifah Umar bin Khathab mengajak penduduk untuk shalat minta hujan. Dengan perantaraan do’a Sahabat Abbas radhiayllohu ‘anhu, hujan pun turun. Diriwayatkan dari Ibnu Sa’ad bahwa Khalifah Khalifah Umar bin Khathab keluar untuk shalat meminta huja dengan mengenakan selendang Rasulullah shalalallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, pada tahun ini juga al-Ahwaz ditaklukkan dengan cara damai.