Beberapa Kejadian Penting Dalam Masa Khalifah Abu Bakar ra

Dalam masa jabatannya yang singkat yakni 2 tahun, 3 bulan dan 3 hari, terdapat beberapa peristiwa yang penting dan patut dicatat oleh kaum muslimin. Diantaranya adalah sebagai berikut :

abu bakar sidiq

  1. Memberangkatkan pasukan Khalid bin Walid ke Iraq dengan ditemani oleh sahabat yang lainnya yang bernama Mtsni bin Haritsah Asy-Syaibani yang kemudian berhasil menaklukan banyak negeri dan kembali dengan membawa kemenangan dan barang rampasan. Seperti yang kita ketahui semua, bahwa Khalid bin Walid ini merupakan seorang panglima perang yang handal, ahli strategi dan tidak pernah kalah dalam peperangan. Setiap musuh yang berhadapan dengannya pasti akan gentar dan ketakutan.
  2. Abu Bakar mengumpulkan para sahabatnya untuk bermusyawarah serta dimintai pendapatnya tentang idenya yang ingin melakukan penyerangan terhadap negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Romawi. Seperti yang kita ketahui, bahwa pada waktu itu Romawi merupakan sebuah negara adidaya yang kuat, memiliki pasukan yang banyak, terlatih dalam setiap medan pertempuran serta memiliki banyak negara bawahan. Ketika semua sahabat diminta pendapatnya, maka semuanya menyetujuinya. Bahkan Sahabat Ali menjawab “Aku melihat engkau wahai Abu Bakar akan selalu memperoleh keberkahan, keunggulan serta pertolongan dari Allah swt.” Setelah itu, sahabat Abu Bakar menyampaikan khutbah kepada semua kaum muslimin. Dalam khutbahnya sahabat Abu Bakar mengajak kaum muslimin untuk maju berangkat jihad. Bahkan sahabat Abu Bakar pun mengirimkan surat kepada seluruh gubernur yang berada di bawahnya untuk memobilisasi masa supaya mau bergkat berjihad di jalan Allah swt. Setelah semua pasukan terkumpul, maka sahabat Abu Bakar menunjuk Abu Ubaidillah sebagai pemimpin pasukan.

Setelah itu, pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Abu Ubaidillah berangkat menuju negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Romawi. Ketiba tiba di Yarmuk, Abu Ubaidillah mengirim pesan kepada Khalifah Abu Bakar yang isi surat tersebut mengabarkan bahwa jumlah pasukan Romawi sangat banyak. Setelah membaca surat tersebut, maka khalifah langsung menulis surat perintah kepada Khalid bin Walid supaya berangkat membantu Abu Ubaidillah dengan membawa sebagian pasukannya. Sedangkan pasukan lainnya tetap berada di Iraq dengan di pimpin oleh Mutsni bin Haritsah. Ketika pasukan Khalid bin Walid tiba di Syam bergabung dengan pasukan Abu Ubaidillah, maka Khalid bin Walid langsung menjadi panglima pasukan setelah Abu Ubaidillah menerima surat dari Khalifah Abu Bakar yang isinya menyatakan,

“Amma ba’du. Sesungguhnya aku telah mengangkat Khalid bin Walid untuk memerangi musuh di Syam. Karena itu, janganlah engkau menentangnya. Dengar dan taatilah dia ! wahai saudaraku, sesungguhnya aku mengutusnya kepadamu bukan karena dia lebih baik darimu. Melainkan hanya karena aku berkeyakinan bahwa dia memiliki kecerdikan dalam berperang di tempat yang sangat kritis ini. Semoga Allah mengkehendaki kebaikan bagi kami dan kamu. Wassalam...

Demikianlah isi surat dari khalifah Abu Bakar kepada Abu Ubaidah dan Abu Ubaidah sendiri melaksanakan pentah Khalifah tersebut. Tongkat komando langsung diserahkannya kepada Khalid bin Walid. Akhirnya terjadilah beberapa kali pertempurang dahsyat yang sangat sengit. Dalam pertempuran tersebut banyak sekali pasukan Romawi yang tewas terbunuh. Pertempuran pun akhirnya di menangkan oleh kaum muslimin di bawah komando panglima yang gagah berani yakni Khalid bin Walid.

Akan tetapi, dalam pertempuran tersebut kaum muslimin mendapatkan berita duka yang mendalam, yakni telah meninggalnya Khalifah Abu Bakar. Khalifah Abu Bakar di ganti oleh Khalifah Umar bin Khatab. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Khalifah Umar bin Khatab adalah melakukan pemecatan jabatan panglima perang dari Khalid bin Walid. Posisi panglima perang kembali diserahkan kepada Abu Ubaidah. Pemecatan ini dirahasiakan oleh Khalid bin Walid agar tidak terjadi keguncangan dikalangan kaum muslimin. Begitu pula dengan Abu Ubaidah tatakala menerima surat pengangkatannya kembali sebagai panglima perang. Abu Ubaidah merahasiakannya karena pertimbangan yang sama.

Menjelang wafatnya Khalifah Abu Bakar membentuk Ahlul Halli Wal Aqdi. Dimana pembentukan Ahlul Halli Wal Aqdi ini diberikan tugas oleh Khalifah Abu Bakar untuk mencari pengganti beliau setelah beliau wafat. Dimana anggota Ahlu Halli Wal Aqdi ini merupakan para tokoh sahabat yang utama termasuk sahabat Ali bin Abi Thalib. Akhirnya semua sepakat bahwa pengganti Khalifah Abu Bakar setelahnya adalah sahabat Umar bin Khatab. Setelah semua sepakat, Khalifah Abu Bakar memanggil Utsman bin Affan dan membacakan surat ini kepadanya :

“Bismillahirrahmanirrahim. Berikut ini adalah wasiat Abu Bakar, Khalifah Rasulullah. Pada akhir kehidupannya di dunia dan awal kehidupannya di akhirat. Dimana orang kafir akan beriman dan orang fajir akan yakin. Sesungguhnya, aku telah mengangkat Umar ibnul Khatab untuk memimpin kalin. Dia orang yang bersabar dan berlaku adil, itulah yang kuketahui tentang dia dan pendapatku tentang dirinya. Apabila dia menyimpang dan berubah, aku tidak mengetahui hal yang ghaib. Kebaikanlah yang aku inginkan bagi setiap apa yang telah diupayakan orang-orang yang zhalim akan mengetahui apa nasib yang akan ditemuinya.”

Surat tersebut dibawa keluar dan dibacakan oleh Utsman bin Affan didepan kaum muslimin. Mereka semua lalu menjawab, “kami mendengar, kami taat.” Juga setelah kaum muslimin bersepakat sepeninggalnya atas kebenaran tindakan Abu Bakar dan keabsahan proses penggantian (suksesi) tersebut. Demikianlah dalil dari ijma (kesepakatan) atas terlaksananya imamah melalui istikhlaf (penunjukan orang tertentu) dan ‘ahd (wasiat) dengan memperhatikan syarat-syarat yang syar’i dan mu’tabarah.